Papua – Eri Budiono pesilat Jawa Barat mempersembahkan medali perunggu yang diperolehnya dari cabang olahraga pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada hari Minggu (10/10/2021) di GOR Toware Kabupaten Jayapura.
Eri Budiono berpeluang maju ke final setelah menundukkan wakil Sumatera Barat, Rahmat Nasyir. Namun berhasil dikalahkan oleh Firdhana Wahyu Putra, pesilat andalan DI Yogyakarta di semifinal. Hal tersebut mengurungkan kesempatan Eri untuk maju ke babak final dan memboyong medali emas. Pada semifinal tersebut Eri didominasi lawan dengan kekalahan 5-0.
Ini adalah PON ketiga Eri Budiono dalam cabang pencak silat. Sebelumnya ia meraih medali perak pada PON XVIII Riau 2012 dan PON XIX Jawa Barat 2016. Dalam wawancara pada hari Minggu (24/10/2021) Ia cukup menyayangkan hal tersebut mengingat ia sudah mulai memasuki usia pensiun atlet. Namun rasa ia tetap bersyukur atas perolehan dan usahanya.
“Ini masih menjadi sebuah kebanggaan tersendiri karena di usia yang sudah mulai menginjak usia pensiun atlet saya masih bisa berkompetisi dan memenangkan medali.”
Alumnus Politeknik LP3I tahun 2013 itu berkesan bahwa kompetisi tersebut baik untuk dijadikan salah satu goals bagi para atlet agar mereka terus mengembangkan potensi dan kemampuannya. Yang paling penting, ungkap Eri, adalah menikmati proses, menjadikan setiap kegagalan atau kekalahan sebagai tolok ukur untuk tetap berusaha, khususnya pencak silat jalur prestasi ini.
“Harapannya, semoga para atlet khususnya yang berada di Jawa Barat terus berusaha dan mengembangkan kemampuannya lalu membawa nama Jawa Barat ke puncak tertinggi dengan medali emas hasil dari kerja keras.”
/aumr