Jurnal Penelitian Komunikasi Vol 15 No 1 Juli 2012 - KOMUNIKASI RELIGIUS WARIA

Written by Dudi Rustandi on . Posted in REPOSITORY

KOMUNIKASI RELIGIUS WARIA


Dudi Rustandi

Abstrak

Waria dalam faktanya dianggap sebagai sampah masyarakat karena melakukan hal-hal yang
bertentangan dengan pandangan umum. Diperkuat dengan adanya fatwa MUI yang
mengharamkan perilaku waria. Namun sebagai manusia ia juga memiliki kebutuhan yang
bersifat fitrah, kebutuhan beragama. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
bagaimana makna agama bagi waria ditinjau dari sudut pandang komunikasi. Melalui paradigm
penelitian kualitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
fenomenologi dengan analisis data interpretasi subjektif. Teori fenomenologi, teori konstruksi
sosial dan interaksi simbolik sebagai alat untuk melakukan analisis. Sedangkan informan
penelitian adalah waria yang memiliki aktifitas sebagai pendamping yang dinaungi oleh lembaga
dan waria yang berada di luar lembaga. Penelitiannya sendiri dilakukan di kota Bandung.
Sebagai sesuatu yang fitrah, pada dimensi keyakinan, waria memaknai agama secara positif;
keyakinan agama sebagai sumber kekuatan, Pondasi, Aturan, Solusi, Makanan, Identitas,
Pelarian, dan Privasi. Sementara pada dimensi ritual sebagian besar waria melakukannya secara
balangbetong dan sesuai dengan mood saat menjalankan ritual sholat. Pada dimensi komitmen
terdapat empat kategori yaitu ada yang merasa berdosa, bersyukur, men yesal, dan tidak berdosa.
Dimensi terakhir yaitu, perilaku, diantara waria ada yang berorientasi sosial juga asosial.


Kata kunci: Komunikasi, Waria, Religius

Download: Cover | File