Vol. 4 No. 8, Juli 2014 - ANALISA LINGKUNGAN BISNIS BERDASARKAN RETURN ON ASSET (STUDI KASUS PADA PT. VALE INDONESIA)

Written by JONATHAN LUCKY SASMITHA on . Posted in Jurnal Akuntansi

ANALISA LINGKUNGAN BISNIS BERDASARKAN RETURN ON ASSET (STUDI KASUS PADA PT. VALE INDONESIA)

JONATHAN LUCKY SASMITHA, S.E.,M.M.

ABSTRAK

Untuk melakukan analisa laporan keuangan yang efektif, perlu dipahami bahwa terdapat hubungan antara laporan keuangan dengan strategi dan lingkungan bisnis dalam suatu industri di mana perusahaan beroperasi. Analisa laporan keuangan merupakan bagian tidak terpisahkan dari suatu analisa bisnis yang lebih luas. Analisa bisnis meliputi analisis atas lingkungan bisinis suatu perusahaan, perancangan dan penerapan strategi, serta implementasi dari pelaksanaan strategi yang telah diterapkan, atau dapat dikatakan sebagai kinerja perusahaan. Analisa laporan keuangan merupakan suatu teknik analitis informasi keuangan di dalam laporan keuangan yang membantu menyediakan dasar yang sistematis dan efektif untuk analisa bisnis.

Salah satu ukuran dalam melihat kinerja perusahaan adalah dengan mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pengembalian dari penggunaan aset-aset yang dimiliki. Istilah yang secara umum dikenal adalah Return on Asset (ROA). Ditinjau dari disagregasi fungsi-fungsi pembentuk ROA, kinerja perusahaan dalam menghasilkan pengembalian terhadap aset yang dimiliki dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan penjualan (aset turnover) dan profitabilitas dari penjualan tersebut (profit margin).

Karakteristik ROA dapat memberikan informasi mengenai bagaimana lingkungan bisnis dari suatu perusahaan. PT. Vale Indonesia Tbk memiliki karakteristik ROA yang terdiri dari proporsi asset turnover yang lebih tinggi dibandingkan dengan profit margin. Tingginya proporsi asset turnover menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan yang tinggi dari hasil tambang. Tingginya tingkat penjualan ini disebabkan oleh adanya kontrak penjualan jangka panjang untuk hasil produk tambang nikel. Sementara proporsi profit margin yang rendah menggambarkan tingginya biaya yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan, terutama pemakaian biaya bahan bakar. Strategi yang dapat dikendalikan oleh PT. Vale Indonesia untuk meningkatkan pengembalian terhadap pengunaan aset-aset yang dimiliki adalah dengan menekan biaya produksi berupamelakukan substitusi biaya bahan bakar.

Kata kunci : Return on Assets, Profit Margin, Assets Turnover