Print

Lowongan Kerja

Written by Irvan Taufik on . Posted in Berita

User Rating:  / 21

Lowongan kerja kasir, supervisor & sekertaris barberPop Group, sekertaris buat di Bandung, kasir buat di Bandung & Jakarta, supervisor buat di Jakarta & Bali,

* SUPERVISOR ; syarat : laki - laki / perempuan, usia 25 - 40 thn - PENDIDIKAN MIN.D - 3, siap ditempatkan di Jakarta / Bali, bisa mengoperasikan komputer, bisa bekerja sama dlm tim.

* KASIR ; syarat perempuan, usia 20 - 25 thn, pendidikan min. D-3, siap dtempatkan di bandung / Jakarta, bisa mengoperasikan komputer, bisa bekerja sama dlm tim.

* SEKERTARIS ; perempuan 20 - 25 thn, pendidikan min. D - 3, bisa mengoperasikan komputer, bisa bekerja sama dlm tim, bersedia melakukan perjalanan dinas ke luar kota

* AKUNTING ; perempuan 20 - 25 thn, pendidikan min. D - 3, pengalaman kerja min. 3 tahun

kirim cv ke : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Print

Kuliah atau Kerja

Written by Irvan Taufik on . Posted in Berita

User Rating:  / 3

Kuliah atau kerja yang duluan menjadi pertanyaan yang sering kali terlontar dari tamatan SMA dan sederajat, Mau kuliah dulu atau kerja dulu, keduanya tidak ada yang salah. Semua keputusan benar asalkan dijalankan dengan penuh hati. Keputusan yang diambil (kuliah atau kerja) bisa menjadi sebuah kesalahan kalau kita tak ikhlas menjalaninya. 

1.Kuliah

Ini yang paling lazim dilakukan banyak orang; setelah lulus SMA langsung melanjutkan kuliah, asalkan tak terbentur biaya biasanya mereka langsung mendaftar di PTN atau PTS favoritnya. Dan berikut adalah keuntungannya; Lingkungan belajar yang kondusif; kampus adalah tempat yang cocok untuk belajar segala hal dari teori hingga praktek dan kita tak perlu takut untuk bereksperimen dengan apapun. Berbeda dengan lingkungan kantor(kerja) dimana kita dituntun untuk tidak melakukan kesalahan. Modal Ijazah; setelah kurang lebih 4 tahun kuliah maka kita akan mendapatkan teori perkuliahan dan yang terpenting adalah ijazah. Dengan ijazah maka kemampuan kita diakui oleh negara, selain itu ijazah masih menjadi patokan rata-rata perusahaan dalam merekrut karyawan baru dibandingkan pengalaman kerja. Berjejaring sosial; Dengan lingkungan kampus yang di dalamnya terdapat banyak orang dan waktu kuliah yang lebih sedikit dibandingkan saat bekerja(8 jam sehari) maka kita lebih mudah membangun jaringan pertemanan dibanding bila sudah bekerja kantoran.

2. Kerja

Berbeda jika kita memulai dengan kerja terlebih dulu baru kuliah, biasanya hal ini dilakukan secara simultan; bekerja untuk membiayai kuliah sehingga saat lulus, selain ijazah kita pun sudah mendapat pengalaman kerja. Beberapa keuntungan bila bekerja adalah:Belajar dari pengalaman; bekerja bisa dibilang membuktikan teori yang kita pelajari di kuliah, tanpa mempelajari teori mungkin kita akan lebih sulit dalam bekerja namun itu bukanlah sebuah kekurangan karena pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman kerja; sudah tentu bekerja memberikan pengalaman berbeda yang bisa menjadi keunggulan tersendiri dibanding mereka yang masih duduk dibangku kuliah. Mendapatkan pengalaman kerja, artinya selangkah lebih maju dibandingkan mahasiswa lainnya. Jenjang karir; setiap orang memulai jenjang karirnya dari bawah lalu perlahan naik. Bila kita memulai meniti karir lebih awal maka harusnya kita dapat mencapai jenjang atas lebih dulu dibandingkan orang lain. Berbeda dengan lulusan kuliah tanpa pengalaman kerja, biasanya mereka mesti meniti dari bawah. Apapun pilihanmu; bekerja baru kuliah atau kuliah lalu bekerja, semua baik untuk dilakukan. Karena kesuksesan tidak melulu datang dari bangku sekolah dan ingat pula bahwa hanya sedikit orang yang putus sekolah atau tidak kuliah lalu sukses di dunia. Bill Gates memang putus kuliah, Bob Sadino juga tidak selesaikan sekolahnya tapi mereka gigih berjuang untuk ‘membalas’ kekurangan mereka di bangku sekolah/kuliah dan akhirnya pun mereka sama bahkan lebih baik dari orang yang sekolah/lulus kuliah. Intinya adalah kuliah untuk menunjang pekerjaan yang lebih baik, sedangkan bekerja untuk membiayai kuliah untuk tingkat lanjut. Namu jika pandai membagi waktu Bagusnya itu kuliah sambil kerja. Karena jika misal lulusan sma bekerja sambil kuliah D3, maka ketika lulus D3, normalnya otomatis kantor memberi promosi jabatan alias naik jabatan. Dan seterusnya S1 ( naik jabatan lagi ), namun tetap saat bekerja kuliah tidak dinomorduakan meski kerja jadi prioritas.

Print

LP3I Menuangkan Harapan di Bentangan Kain

Written by Super User on . Posted in Berita

User Rating:  / 1

Dies Natalis ke-25 LP3I

SATU yang cukup menarik perhatian saat digelar perayaan Dies Natalis ke-25 LP3I di Politeknik LP3I Bandung, yaitu Wishes Board.

Wishes Board dimaksud sebenarnya berupa bentangan kain putih berukuran 2x2m. Sesuai namanya, mereka yang datang ke Kampus A Politeknik LP3I Bandung, Jalan Pahlawan No 59, Kota Bandung, Sabtu (29/3) bisa menuliskan harapan-harapannya.

Ratusan harapan dituliskan di Wishes Board dengan spidol bertinta biru. Hingga menjelang tengah hari sudah ratusan orang menuliskan ucapan selamat sekaligus harapan mereka terhadap Politeknik LP3I di masa depan.

Mulai harapan tentang layanan pendidikan terus ditingkatkan, gedung baru cepat rampung, sampai harapan agar Dies Natalis LP3I pada tahun-tahun berikutnya lebih banyak diisi pentas seni menghadirkan artis penyanyi maupun band ternama.

Selain itu tentu ada beberapa harapan yang membuat senyum para pembacanya. Termasuk soal pengaturan jadwal kuliah. “Semoga jadwal kuliahnya gak kaya shooting stripping,” tulis seorang mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa juga memanfaatkan Wishes Board ini untuk menyampaikan harapan tentang biaya pendidikan. “Gedung cepat dibereskan & bayaran jangan terlalu mahal.” Tulisan ini direspons mahasiswa lain. “Setuju pisan!” timpal mahasiswa lainnya. [rni]

Sumber : http://www.inilahkoran.com

Print

Dies Natalis LP3I ke-25, Bukti Sebuah Eksistensi

Written by Super User on . Posted in Berita

User Rating:  / 2

Dies Natalis LP3I ke-25

PERAYAAN dies natalis di sebuah lembaga pendidikan, tidak melulu diisi dengan kegembiraan. Tapi ada juga berbagai harapan yang menyertai.

Terik sinar matahari yang menyinari Kota Bandung, Sabtu (29/3/2014) pagi, sama sekali tidak menyurutkan semangat civitas akademika Politeknik LP3I Bandung untuk merayakan Dies Natalis ke-25 LP3I. Gedung kuliah yang sedang direnovasi pun bukan kendala.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini digelar di area parkir Kampus A Politeknik LP3I Bandung, Jalan Pahlawan No 59, Kota Bandung. Raut wajah sekitar 725 peserta yang terlibat aktif dalam perayaan ini terlihat penuh keceriaan. Satu dengan yang lain kerap bersenda-gurau.

Kepala Bagian Kemahasiswaan Politeknik LP3I Bandung, Hamdani SIKom menjelaskan, peserta kegiatan Dies Natalis ke-25 LP3I dari kampus ini terdiri dari 600-an mahasiswa, serta 125 dosen dan karyawan.

“Memang tidak seluruh mahasiswa Politeknik LP3I Bandung yang jumlahnya lebih dari 1.000 bisa ikut kegiatan ini. Tapi setiap kelas dan 13 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sudah mengirimkan perwakilan masing-masing,” jelas Hamdani yang juga didaulat sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Perayaan Dies Natalis ke-25 LP3I di kampus ini mengusung tema Kebudayaan Sunda dan Go Green. Tema ini diterapkan panitia pelaksana kegiatan ke berbagai jenis kegiatan lomba memperebutkan total hadiah jutaan rupiah.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik LP3I Bandung, Rezky Wahyuni menjelaskan, mengawali rangkaian acara, seluruh peserta diajak mengikuti karnaval sambil melakukan kampanye lingkungan kepada masyarakat.

“Peserta wajib memakai kostum dan aksesori yang terbuat dari aneka barang bekas seperti koran, botol air kemasan, kresek, dan barang lainnya. Peserta juga membawa poster berisi pesan mengajak masyarakat agar peduli lingkungan. Ini adalah pesan moral yang kami ingin sampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Mereka berjalan kaki bersama menyusuri Jalan Pahlawan, Jalan PHH Mustopa, Jalan Cikutra, Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, dan kembali ke area parkir Kampus A Politeknik LP3I Bandung.

Setiba di kampus, ratusan peserta karnaval langsung dihibur bintang tamu band lokal Bandung, musik keroncong, serta penampilan UKM Tari Legend. Selain itu ada juga lomba kostum barang daur ulang, yel-yel, masak, dan lomba kaulinan barudak lembur seperti engrang, bakiak, gatrik, dan sebagainya.

“Ke depan kami berharap Politeknik LP3I Bandung semakin dikenal dan semakin eksis di tengah masyarakat. Sekarang sejumlah fasilitas terus dilengkapi agar kegiatan kuliah semakin nyaman,” jelasnya.

Mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat (Humas) Politeknik LP3I Bandung, Anggi Silviani mengaku terkesan, karena perayaan Dies Natalis ke-25 LP3I lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.

“Semua peserta dilibatkan, seperti saat membuat kostum atau aksesori dari barang bekas. Jadi semua peserta dituntut bisa lebih kompak dan lebih kreatif,” ujarnya.

Berbagai kegiatan yang dirancang dalam Dies Natalis ke-25 LP3I kali ini memang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pada peringatan tahun lalu, Politeknik LP3I Bandung menjalin kerja sama dengan Pemkab Garut.

Di Kabupaten Garut, para peserta melakukan bakti sosial ke sejumlah SD, kecamatan, serta industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Waktu itu civitas akademika Politeknik LP3I Bandung membantu masyarakat membangun jaringan online.

Manfaat yang diperoleh lewat kegiatan ini tidak hanya dirasakan aparat pemerintah serta para siswa SD. Pelaku UMKM pun ikut terbantu. Para pelaku UMKM dibuatkan website agar mereka menjual beragam produk secara online hingga ke luar negeri. [rni]

Sumber : http://www.inilahkoran.com

Print

Menyikapi Komunikasi Buruk Dengan Pimpinan

on . Posted in Berita

User Rating:  / 5

Mendapatkan pekerjaan dan menjadikannya sebagai karir impian, mungkin sudah Anda dapatkan. Karir yang sesuai dengan apa yang Anda harapkan nyatanya telah Anda raih dan Anda merasa senang dengan hal itu. Namun bagaimana bila karir sukses tapi tak sejalan dengan adanya komunikasi yang baik dengan pimpinan? Seringkali sebagai karyawan, Anda mengeluh akan sikap dan prosedur yang ditetapkan oleh pimpinan. Pimpinan selalu bertanya apa yang diinginkan oleh karyawan, tapi keputusan pimpinan sendirilah yang pada akhirnya menjadi ketetapan juga. Hal seperti ini, tentu menjadikan komunikasi antara Anda dan pimpinan menjadi kurang baik. Lalu apakah keputusan resign akan menjadi jalan yang terbaik?

Sponsor By

PASANG IKLANPASANG IKLAN

Twitter

No tweets found.

Foto Kegiatan